Rabu, 04 Januari 2017

Jenis-jenis Fotografi

Posted by Unknown on 20.50 with No comments
        Fotografi adalah proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Nah. Ada beberapa jenis fotografi diantaranya: 
1.      Aerial photography (Fotografi Udara) adalah jenis fotografi yang diambil dari sebuah ketinggian seperti dari pesawat,  helikopter, roket, layang-layang, balon udara, parasut / terjun payung, gedung pencakar langit, pesawat remote kontrol dan sebagainya.
2.      Action Photography adalah jenis fotografi yang berkaitan dengan timing (waktu), foto diambil ditempat yang tepat dan waktu yang tepat. Misalnya : foto petualangan (adventure), olahraga (sport), unjuk keberanian, dan sebagainya.
3.      Fashion dan glamour fotografi biasanya dilengkapi model, serta merupakan bentuk Advertising photography (Fotografi Periklanan). Fashion Photography lebih menekankan pada busana, Seiring waktu, fotografi fashion telah mengembangkan estetika sendiri di mana pakaian dan mode diperkuat dengan adanya lokasi eksotis atau aksesoris. Sedangkan Glamour Photography lebih menekankan model dan bentuk tubuh (body form). Glamour Photography lebih populer dalam iklan dan majalah pria. Model Glamor Photography kadang-kadang bekerja tanpa busana. Tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor
4.      Landscape photography ini menunjukkan sebuah ruang dalam dunia, kadang menunjukkan luas dan tak berujung. Objeknya adalah alam atau pemandangan tanpa atau sedikit adanya aktifitas manusia, guna mencapai kemurnian.
5.      Wildlife Photography atau Fotografi Satwa Liar adalah aktifitas mengambil foto yang fokus pada satwa liar atau hewan yang tidak jinak. Jenis fotografi yang menantang, tidak hanya untuk keperluan artistik, tetapi ada pula unsur ilmiahnya.
6.      Advertising photography adalah foto-foto yang diambil sebagai ilustrasi dan biasanya menawarkan jasa atau produk tertentu.
7.      Forensic photography disebut juga Forensic Imaging dan Crime scene photography adalah jenis fotografi untuk menghasilkan bukti yang akurat dari TKP untuk kepentingan pengadilan dan membantu proses penyelidikan.
8.      Photojournalism adalah bentuk khusus dari jurnalisme (mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan bahan berita untuk diterbitkan atau disiarkan) yang menggunakan gambar agar dapat menceritakan sebuah kisah berita.
9.      Macro Photography disebut juga Photomacrography, Macrography, dan kadang Macrophotography, adalah fotografi close-up atau pengambilan gambar dari jarak dekat.
10.  Underwater photography adalah proses pengambilan foto dibawah air.  Biasanya dilakukan saat scuba diving (penyelam yang menggunakan alat bantu pernafasan bawah air), tapi bisa juga diambil dari permukaan, dari kapal selam, kamera otomatis yang diturunkan dari permukaan, dan sebagainya.
Dari paparan di atas sudah dijelaskan mengenai beberapa jenis fotografi berserta sedikit pengertiannya. Semoga bermanfaat ya..
Fotografi adalah proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Nah. Ada beberapa jenis fotografi diantaranya: 
1.      Aerial photography (Fotografi Udara) adalah jenis fotografi yang diambil dari sebuah ketinggian seperti dari pesawat,  helikopter, roket, layang-layang, balon udara, parasut / terjun payung, gedung pencakar langit, pesawat remote kontrol dan sebagainya.
2.      Action Photography adalah jenis fotografi yang berkaitan dengan timing (waktu), foto diambil ditempat yang tepat dan waktu yang tepat. Misalnya : foto petualangan (adventure), olahraga (sport), unjuk keberanian, dan sebagainya.
3.      Fashion dan glamour fotografi biasanya dilengkapi model, serta merupakan bentuk Advertising photography (Fotografi Periklanan). Fashion Photography lebih menekankan pada busana, Seiring waktu, fotografi fashion telah mengembangkan estetika sendiri di mana pakaian dan mode diperkuat dengan adanya lokasi eksotis atau aksesoris. Sedangkan Glamour Photography lebih menekankan model dan bentuk tubuh (body form). Glamour Photography lebih populer dalam iklan dan majalah pria. Model Glamor Photography kadang-kadang bekerja tanpa busana. Tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor
4.      Landscape photography ini menunjukkan sebuah ruang dalam dunia, kadang menunjukkan luas dan tak berujung. Objeknya adalah alam atau pemandangan tanpa atau sedikit adanya aktifitas manusia, guna mencapai kemurnian.
5.      Wildlife Photography atau Fotografi Satwa Liar adalah aktifitas mengambil foto yang fokus pada satwa liar atau hewan yang tidak jinak. Jenis fotografi yang menantang, tidak hanya untuk keperluan artistik, tetapi ada pula unsur ilmiahnya.
6.      Advertising photography adalah foto-foto yang diambil sebagai ilustrasi dan biasanya menawarkan jasa atau produk tertentu.
7.      Forensic photography disebut juga Forensic Imaging dan Crime scene photography adalah jenis fotografi untuk menghasilkan bukti yang akurat dari TKP untuk kepentingan pengadilan dan membantu proses penyelidikan.
8.      Photojournalism adalah bentuk khusus dari jurnalisme (mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan bahan berita untuk diterbitkan atau disiarkan) yang menggunakan gambar agar dapat menceritakan sebuah kisah berita.
9.      Macro Photography disebut juga Photomacrography, Macrography, dan kadang Macrophotography, adalah fotografi close-up atau pengambilan gambar dari jarak dekat.
10.  Underwater photography adalah proses pengambilan foto dibawah air.  Biasanya dilakukan saat scuba diving (penyelam yang menggunakan alat bantu pernafasan bawah air), tapi bisa juga diambil dari permukaan, dari kapal selam, kamera otomatis yang diturunkan dari permukaan, dan sebagainya.
Dari paparan di atas sudah dijelaskan mengenai beberapa jenis fotografi berserta sedikit pengertiannya. Semoga bermanfaat ya..

Minggu, 01 Januari 2017

Konsep Dasar Lighting

Posted by Unknown on 10.33 with No comments
        Pada dasarnya, fotografi adalah proses membuat gambar dengan merekam cahaya, tapi banyak-banyak fotografer pemula belum peka dan belum mengetahui bagaimana menggunakan dan memanfaatkan cahaya. Fenomena ini ibaratnya seperti pelukis yang belum bisa mencampur cat dan menuangkannya ke dalam kanvas saat dia melukis.
Pertama-tama, mengapa lighting itu penting?
-lighting penting untuk menerangi objek
-lighting penting untuk mengirim pesan dan suasana
Banyak fotografer pemula yang mengabaikan lighting. Hal ini saya kira tidak terlepas karena kemajuan teknologi kamera digital. Kamera digital zaman sekarang memiliki mode Otomatis yang membiarkan kamera memutuskan berapa cahaya masuk. Lampu kilat juga memiliki fungsi otomatis yang praktis. Karena dimanjakan oleh fungsi otomatis, kita menjadi malas belajar dasar fotografi secara manual. Saya tidak menyalahkan penggunaan teknologi yang membuat pengambilan foto menjadi lebih praktis dan akurat secara realitas. Namun, bila kita ingin foto Anda kreatif dan dapat menginspirasi banyak orang. Anda perlu belajar melihat dan menggunakan cahaya dengan baik Ketika mengamati cahaya, hal penting yang harus kita perhatikan adalah kualitas cahaya, arah cahaya, dan warna cahaya. Kualitas cahaya terbagi menjadi tigas kategori, yaitu cahaya yang keras, lembut, dan menyebar.
Cahaya yang keras terbentuk dari sumber cahaya berukuran relatif kecil. Contohnya adalah cahaya matahari pada terik siang hari saat langit tidak berawan. Didalam ruangan, cahaya yang keras bisa terbentuk dari lampu senter, lampu sorot, lampu kilat kamera, dan lain-lain. Cahaya keras menimbulkan bayangan yang jelas dan tajam. Perbedaan daerah yang terang (lighting) dan gelap (shadow) sangat besar/kontras. Di alam terbuka, bayangan sifat cahaya yang keras bisa kita amati di tanah, di permukaan wajah, di ranting pohon, dan sebagainya Selain itu, cahaya keras memperlihatkan detail subjek lebih jelas. Sebagai contoh pori-pori kulit wajah dan tekstur pada subjek foto akan jelas terlihat, karena cahaya yang keras, terutama dari samping akan membuat bayangan jauh di bagian yang berlawanan membuat detail foto menjadi sangat jelas. Cahaya keras juga memunculkan daerah highlight yang berbentuk khas. Kadang highlight ini disukai, tapi sering kali mengganggu. Pantulan cahaya juga bisa kita amati, terutama di benda-benda yang bersifat reflektif seperti perhiasan, mata manusia, air, gelas, botol, benda-benda yang terbuat dari logam dan sebagainya. Adapun bahan-bahan seperti plastik, pantulannya tidak begitu kentara.
Di foto potrait, cahaya keras bisa di gunakan untuk menimbulkan kesan dramatis atau menonjolkan tekstur dan detail wajah. Cahaya keras baik digunakan untuk foto kecantikan hanya bila wajah dan makeup dari subjek foto/model sangat baik. Namun, bila permukaan wajah kurang merata, cahaya keras kurang ideal untuk di gunakan karena detail-detail seperti keriput, jerawat, serta lubang-lubang di wajah akan muncul dan sangat jelas terlihat.
Cahaya yang lembut dibentuk dari sumber cahaya yang relatif besar. Sebagai contoh cahaya matahari tertutup awan yang menyelubungi bumi. Karena jarak awan yang relatif lebih dekat dari bumi dan berukuran relatif besar, cahaya yang terbentuk menjadi lembut. Di dalam ruangan atau studio, kita biasanya membuat cahaya yang lembut dengan menggunakan light modifer, yaitu aksesori yang dipadang di depan lampu, seperti softbox, octabox, payung dan sebagainya. Cahaya lembut akan menghasilkan bayangan yang tidak begitu jelas. Kontras dan saturasi warna tidak setinggi cahaya keras. Didalam ruangan, cahaya yang lembut biasanya dipakai untuk menerangi potrait yang menonjolkan kecantikan. Cahaya lembut dapat menutupi tekstur kulit yang kurang merata sehingga terlihat mulus dan lembut. Dengan menggunakan sumber cahaya yang minimum sama besar dengan objek foto, highlight kecil yang bersinar akan terlihat lebih halus dan menyebar.
Cahaya yang menyebar dibentuk dari sumber cahaya yang sangat besar, jauh lebih besar dari pada subjek fotonya. Di alam terbuka, cahaya yang menyebar itu bisa ditembukan di saat cuaca mendung atau sangat berawan. Karena sumber cahaya, yaitu cahaya matahari, disaring oleh awan dan ukuran awan relatif besar dilihat dari bumi, cahaya akan menyelubungi bumi, menerangi semua bayangan yang ada. Di dalam ruangan atau studio, kita bisa membuat cahaya yang sangat besar dengan memancarkan lampu kilat ke langit-langit, dindingnya yang berwarna netral atau putih sehingga cahaya akan memantul ke segala arah dan mengisi bayangan. Atau kita bisa menggunakan papan stryofoam untuk memantulkan sinar atau menggunakan tenda cahaya atau light tent. Light tent berfungsi untuk menyebarkan cahaya menyelimuti subjek foto. Oleh karena itu, cahaya yang menyebar hampir tidak memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan sama sekali. Kontrasnya pun rendah dan detail foto tidak terlihat karena tekstur yang ada terisi oleh cahaya sehingga terlihat datar. Cahaya yang menyebar ini sering digunakan untuk foto produk atau still life.

Komposisi dalam Fotografi

Posted by Unknown on 08.28 with No comments
        Komposisi merupakan salah satu unsur penentu tingginya nilai estetik karya fotografi. Menurut Charpentier (1993), komposisi adalah cara bagaimana gambar membagi sebuah bidang gambar. Penentuan komposisi dilakukan pada saat membidik obyek foto. Untuk itu diperlukan penataan terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi kekuatan suatu gambar dalam sebuah bidang gambar, sehingga obyek fotografi dapat tampil sebagai point of interest (pusat perhatian). Lebih dulu mata pengamat karya foto akan dipandu untuk
memperhatikan bagian yang menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), baru kemudian memperhatikan pusat perhatian kedua (secondary point of interest), sehingga sebagian pesan yang akan kita sampaikan mealui foto dapat diterima dengan baik.
Dalam penentuan pusat perhatian (point of interest) perlu diperhatikan unsur-unsur pendukungnya agar mempermudah untuk menentukan apa yang akan ditonjolkan. Unsur-unsur pendukung komposisi sebagai berikut:
• Wujud (shape), yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis
lurus majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran).
Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan
detail-detail benda, mengikutkan subyek menjadi garis luar atau outline dari sebuah
tone warna tertentu. Wujud benda dapat diambil dari berbagai posisi kamera, seperti dari
bawah subyek. Manipulasi ujud dengan menggunakan berbagai macam lensa, mulai
dari lensa sudut lebar hingga lensa fokus panjang atau long-focus.
 • Bentuk (form), yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus,
balok, prisma, dan bola. Dalam fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan
bayangan, dan kekuatan warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya
mengambil cahaya samping dengan sudut-sudut tertentu, dan menghindari
pencahayaan frontal.
• Pola (pattern), yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian
tertentu di dalam bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman.
• Tekstur (texture) yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan
suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya).
Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kekontrasan yang timbul
dari pencahayaan pada saat pemotretan. Cahaya yang paling baik adalah cahaya
langsung matahari pagi dan matahari sore yang merupakan kunci sukses foto lansekap.
• Kontras (contrast) atau disebut juga nada, yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras warna disebabkan oleh warna-warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning, atau akibat dari penempatan warna primer terhadap warna komplemennya , seperti hijau, jingga, dan ungu. Meskipun penggunaan warna tergantung pada pengalaman pribadi, namun ada aturan umum bahwa warna yang berat akan menyeimbangkan warna-warna lemah. Warna-warna berat atau keras berkesan penting dan bila digunakan sedikit kontras warna akan ada aksentuasi yang tidak mengganggu keseluruhan warna.
• Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood
daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik.
Warna dapat ditimbulkan melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit
underexposing akan memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau
penggunaan filter warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah
foto mempunyai satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna
lainnya merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat
warna sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.
Unsur-unsur pendukung komposisi ini sangat dipengaruhi oleh sumber cahaya yang
berupa cahaya seadanya, seperti cahaya matahari, lampu jalan atau cahaya dari lampu
studio. Perbedaan sumber cahaya dan sudut pencahayaan akan meberikan hasil yang
berbeda.

Rabu, 14 Desember 2016

Teknik Dasar Fotografi

Posted by Unknown on 07.16 with No comments
          Teknik dasar fotografi dibagi menjadi beberapa jenis antara lain: Pencahayaan, Aspek Komposisi, Sudut Pandang Kamera, Kontras yang Tajam. Didalam teknik pencahayaan terdapat berbagai macam tipe cahaya yang menerpa objek antara lain front lightning adalah cahaya berasal dari arah depan objek sejajar dengan kamera, side lightning adalah cahaya berasal dari arah samping objek, back lightning adalah sumber cahaya membelakangi objek, cahaya menghadap arah kamera, hair lightning adalah sumber cahaya tepat diatas objek foto.
Aspek Komposisi merupakan susunan dari berbagai objek dalam gambar sehingga kehadirannya dapat membangun atau mengacaukan sebuah gambar. Komposisi meliputi posisi adalah mengatur peletakan dari suatu objek, baik melalui pengaturan fasilitas kamera dan sudut pandang maupun pengaturan dari objek, proporsi adalah ketika Anda akan mengambil suatu gambar, cobalah melihat sekeliling objek itu dan tentukan pula tujuan atau pesan yang Anda inginkan saat Anda mengambil gambar tersebut, garis adalah mengarahkan mata pada suatu titik pandang tertentu. Garis yang bergelombang dan melengkung memberikan kesan ketenangan, garis tebal dan lurus serta diagonal memberikan kesan dinamis dan memperkuat gambar, bentuk adalah menonjolkan bentuk satu sisi dengan penerangan muka, sedangkan untuk penampilan pola pencahayaan belakang lebih baik, peletakan posisi objek adalah objek yang ditempatkan tidak ditengah lebih menarik daripada objek diletakkan ditengah, diagonal yang dinamis dapat menampilkan kesan gerakan dan menampilkan kedalaman, kesedarhanaan adalah meniadakan objek yang tidak perlu, latar belakang yang bersih, akan membuat gambar tampak menarik.
           Sudut pandang kamera yang beragam memberikan kesan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa jenis teknik sudut pandang kamera antara lain: bird eye view merupakan sudut pandang pada posisi atas menampilkan pola serta detail dari objek jika objek sedang beraktivitas, frog eye view merupakan sudut pandang dari posisi bawah menampilkan kesan objek menjadi lebih tinggi dan lebih besar, straight eye view merupakan sudut pandang lurus dengan objek yang akan dipotret. Objek direkam secara natural dan apa adanya, tanpa distrosi. Kontras yang tajam akan membuat objek terpisah dari latar belakangnya dan foto akan lebih kuat dengan objek utama yang lebih menonjol dari latar belakang.
Dunia fotografi merupakan revolusi dalam cara pandang manusia untuk menerjemahkan sesuatu melalui bahasa visual (the way of vision). Fotografi tidak hanya sekadar menciptakan citraan yang begitu akurat, rinci, dan objektif dalam mengapresiasikan realitas. Namun, fotografi juga memberikan dampak yang semakin luas. Fotografi memiliki sifat objektif, menjadikan citraan fotografi sebagai pilar untuk menguak kebenaran pada berbagai disiplin ilmu misalnya sosial, politik, seni, sains, dan teknologi. Ranah dunia fotografi termasuk juga dalam pengembangan film, video, dan televisi (cinematography), yang merupakan sistem informasi bagi segala misteri manusia, sampai hal yang paling tersembunyi tidak kasat oleh mata.