Minggu, 01 Januari 2017

Komposisi dalam Fotografi

Posted by Unknown on 08.28 with No comments
        Komposisi merupakan salah satu unsur penentu tingginya nilai estetik karya fotografi. Menurut Charpentier (1993), komposisi adalah cara bagaimana gambar membagi sebuah bidang gambar. Penentuan komposisi dilakukan pada saat membidik obyek foto. Untuk itu diperlukan penataan terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi kekuatan suatu gambar dalam sebuah bidang gambar, sehingga obyek fotografi dapat tampil sebagai point of interest (pusat perhatian). Lebih dulu mata pengamat karya foto akan dipandu untuk
memperhatikan bagian yang menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), baru kemudian memperhatikan pusat perhatian kedua (secondary point of interest), sehingga sebagian pesan yang akan kita sampaikan mealui foto dapat diterima dengan baik.
Dalam penentuan pusat perhatian (point of interest) perlu diperhatikan unsur-unsur pendukungnya agar mempermudah untuk menentukan apa yang akan ditonjolkan. Unsur-unsur pendukung komposisi sebagai berikut:
• Wujud (shape), yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis
lurus majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran).
Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan
detail-detail benda, mengikutkan subyek menjadi garis luar atau outline dari sebuah
tone warna tertentu. Wujud benda dapat diambil dari berbagai posisi kamera, seperti dari
bawah subyek. Manipulasi ujud dengan menggunakan berbagai macam lensa, mulai
dari lensa sudut lebar hingga lensa fokus panjang atau long-focus.
 • Bentuk (form), yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus,
balok, prisma, dan bola. Dalam fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan
bayangan, dan kekuatan warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya
mengambil cahaya samping dengan sudut-sudut tertentu, dan menghindari
pencahayaan frontal.
• Pola (pattern), yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian
tertentu di dalam bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman.
• Tekstur (texture) yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan
suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya).
Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kekontrasan yang timbul
dari pencahayaan pada saat pemotretan. Cahaya yang paling baik adalah cahaya
langsung matahari pagi dan matahari sore yang merupakan kunci sukses foto lansekap.
• Kontras (contrast) atau disebut juga nada, yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras warna disebabkan oleh warna-warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning, atau akibat dari penempatan warna primer terhadap warna komplemennya , seperti hijau, jingga, dan ungu. Meskipun penggunaan warna tergantung pada pengalaman pribadi, namun ada aturan umum bahwa warna yang berat akan menyeimbangkan warna-warna lemah. Warna-warna berat atau keras berkesan penting dan bila digunakan sedikit kontras warna akan ada aksentuasi yang tidak mengganggu keseluruhan warna.
• Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood
daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik.
Warna dapat ditimbulkan melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit
underexposing akan memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau
penggunaan filter warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah
foto mempunyai satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna
lainnya merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat
warna sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.
Unsur-unsur pendukung komposisi ini sangat dipengaruhi oleh sumber cahaya yang
berupa cahaya seadanya, seperti cahaya matahari, lampu jalan atau cahaya dari lampu
studio. Perbedaan sumber cahaya dan sudut pencahayaan akan meberikan hasil yang
berbeda.

0 komentar:

Posting Komentar