Minggu, 01 Januari 2017

Konsep Dasar Lighting

Posted by Unknown on 10.33 with No comments
        Pada dasarnya, fotografi adalah proses membuat gambar dengan merekam cahaya, tapi banyak-banyak fotografer pemula belum peka dan belum mengetahui bagaimana menggunakan dan memanfaatkan cahaya. Fenomena ini ibaratnya seperti pelukis yang belum bisa mencampur cat dan menuangkannya ke dalam kanvas saat dia melukis.
Pertama-tama, mengapa lighting itu penting?
-lighting penting untuk menerangi objek
-lighting penting untuk mengirim pesan dan suasana
Banyak fotografer pemula yang mengabaikan lighting. Hal ini saya kira tidak terlepas karena kemajuan teknologi kamera digital. Kamera digital zaman sekarang memiliki mode Otomatis yang membiarkan kamera memutuskan berapa cahaya masuk. Lampu kilat juga memiliki fungsi otomatis yang praktis. Karena dimanjakan oleh fungsi otomatis, kita menjadi malas belajar dasar fotografi secara manual. Saya tidak menyalahkan penggunaan teknologi yang membuat pengambilan foto menjadi lebih praktis dan akurat secara realitas. Namun, bila kita ingin foto Anda kreatif dan dapat menginspirasi banyak orang. Anda perlu belajar melihat dan menggunakan cahaya dengan baik Ketika mengamati cahaya, hal penting yang harus kita perhatikan adalah kualitas cahaya, arah cahaya, dan warna cahaya. Kualitas cahaya terbagi menjadi tigas kategori, yaitu cahaya yang keras, lembut, dan menyebar.
Cahaya yang keras terbentuk dari sumber cahaya berukuran relatif kecil. Contohnya adalah cahaya matahari pada terik siang hari saat langit tidak berawan. Didalam ruangan, cahaya yang keras bisa terbentuk dari lampu senter, lampu sorot, lampu kilat kamera, dan lain-lain. Cahaya keras menimbulkan bayangan yang jelas dan tajam. Perbedaan daerah yang terang (lighting) dan gelap (shadow) sangat besar/kontras. Di alam terbuka, bayangan sifat cahaya yang keras bisa kita amati di tanah, di permukaan wajah, di ranting pohon, dan sebagainya Selain itu, cahaya keras memperlihatkan detail subjek lebih jelas. Sebagai contoh pori-pori kulit wajah dan tekstur pada subjek foto akan jelas terlihat, karena cahaya yang keras, terutama dari samping akan membuat bayangan jauh di bagian yang berlawanan membuat detail foto menjadi sangat jelas. Cahaya keras juga memunculkan daerah highlight yang berbentuk khas. Kadang highlight ini disukai, tapi sering kali mengganggu. Pantulan cahaya juga bisa kita amati, terutama di benda-benda yang bersifat reflektif seperti perhiasan, mata manusia, air, gelas, botol, benda-benda yang terbuat dari logam dan sebagainya. Adapun bahan-bahan seperti plastik, pantulannya tidak begitu kentara.
Di foto potrait, cahaya keras bisa di gunakan untuk menimbulkan kesan dramatis atau menonjolkan tekstur dan detail wajah. Cahaya keras baik digunakan untuk foto kecantikan hanya bila wajah dan makeup dari subjek foto/model sangat baik. Namun, bila permukaan wajah kurang merata, cahaya keras kurang ideal untuk di gunakan karena detail-detail seperti keriput, jerawat, serta lubang-lubang di wajah akan muncul dan sangat jelas terlihat.
Cahaya yang lembut dibentuk dari sumber cahaya yang relatif besar. Sebagai contoh cahaya matahari tertutup awan yang menyelubungi bumi. Karena jarak awan yang relatif lebih dekat dari bumi dan berukuran relatif besar, cahaya yang terbentuk menjadi lembut. Di dalam ruangan atau studio, kita biasanya membuat cahaya yang lembut dengan menggunakan light modifer, yaitu aksesori yang dipadang di depan lampu, seperti softbox, octabox, payung dan sebagainya. Cahaya lembut akan menghasilkan bayangan yang tidak begitu jelas. Kontras dan saturasi warna tidak setinggi cahaya keras. Didalam ruangan, cahaya yang lembut biasanya dipakai untuk menerangi potrait yang menonjolkan kecantikan. Cahaya lembut dapat menutupi tekstur kulit yang kurang merata sehingga terlihat mulus dan lembut. Dengan menggunakan sumber cahaya yang minimum sama besar dengan objek foto, highlight kecil yang bersinar akan terlihat lebih halus dan menyebar.
Cahaya yang menyebar dibentuk dari sumber cahaya yang sangat besar, jauh lebih besar dari pada subjek fotonya. Di alam terbuka, cahaya yang menyebar itu bisa ditembukan di saat cuaca mendung atau sangat berawan. Karena sumber cahaya, yaitu cahaya matahari, disaring oleh awan dan ukuran awan relatif besar dilihat dari bumi, cahaya akan menyelubungi bumi, menerangi semua bayangan yang ada. Di dalam ruangan atau studio, kita bisa membuat cahaya yang sangat besar dengan memancarkan lampu kilat ke langit-langit, dindingnya yang berwarna netral atau putih sehingga cahaya akan memantul ke segala arah dan mengisi bayangan. Atau kita bisa menggunakan papan stryofoam untuk memantulkan sinar atau menggunakan tenda cahaya atau light tent. Light tent berfungsi untuk menyebarkan cahaya menyelimuti subjek foto. Oleh karena itu, cahaya yang menyebar hampir tidak memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan sama sekali. Kontrasnya pun rendah dan detail foto tidak terlihat karena tekstur yang ada terisi oleh cahaya sehingga terlihat datar. Cahaya yang menyebar ini sering digunakan untuk foto produk atau still life.

0 komentar:

Posting Komentar